top of page

Guru Kelas ; Guru Segala Peran yang Sering Terlupakan



Menjadi guru sekolah dasar terlihat seperti tugas yang sangat mudah dan ringan, mengingat materi yang disampaikan sangatlah mudah.  Banyak yang beranggapan guru sekolah dasar sebagai jabatan yang tidak diperhitungkan, bahkan sebelum program pemerintah memberikan sertifikasi untuk kesejahteraan guru-guru, guru sekolah dasar sering mendapat julukan "Guru si-Didi".


Guru kelas selain memegang peranan sebagai pengajar, juga memegang berbagai peranan, diantaranya pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (inovator), model, peneliti, pendorong, pembawa cerita, aktor, evaluator, penjaga, penenang bahkan memegang peranan sebagai orang tua.


Selain menjalankan segala peran yang dipaparkan di atas, guru disibukkan dengan berbagai seperangkat administrasi yang disiapkan.  Semua guru tentunya harus mempersiapkan hal tersebut, namun guru kelas memegang peranan pada seluruh mata pelajaran kecuali agama, PJOK dan mulok (muatan lokal).  Rata-rata mata pelajaran yang diampu oleh seorang guru kelas 6 mata pelajaran, dan 6 paket perangkat inilah yang harus dipersiapkan guru kelas.  Belum lagi jika guru kelas adalah seorang ibu rumah tangga yang tentunya memiliki banyak tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.  


Beban dan segala peran di atas akan sedikit ringan jika guru tersebut mendapat peran sebagai guru bidang studi yang hanya menguasai cukup satu mata pelajaran.  


Sebagai seorang guru kelas pada sekolah dasar, hampir seluruh persoalan anak didiknya harus diatasi dan dihadapi oleh guru kelas.  Bahkan, pada suatu moment, seorang guru kelas juga harus memegang peranan sebagai penjahit, karena celana anak didiknya koyak, tentunya tidak mungkin membiarkan anak tersebut belajar dengan celana koyak. Apalagi ketika guru mendapati anak tersebut ternyata anak piatu (tidak punya ibu lagi), tentunya si anak sangat kurang perhatian seorang ibu.


Seorang guru kelas juga tak jarang berperan sebagai dokter juga tukang pijat, apalagi ketika menemukan anak didiknya sakit ataupun keseleo. Tehnik pijat darurat terpaksa harus mampu dikuasai seorang guru kelas. Dada seorang guru kelas juga harus lebar untuk menjadi tempat siswanya menangis. Merangkul ketika anak membutuhkan petunjuk dan ketenangan.


Seorang guru kelas juga tak jarang harus bisa memegang peranan sebagai tukang sapu, apalagi guru tersebut memegang tanggung jawab mengajar guru kelas rendah (kelas 1 sampai 3).  Guru kelas juga terpaksa harus memiliki kemampuan menjadi designer kelas, untuk menata kelas.  Tentunya semua itu karena siswa sekolah dasar masih sangat polos, belum stabil, mengerjakan apa yang mereka lihat dan contoh.  Jika model nya baik, maka hal baik lah yang dicontohnya, jika hal yang buruk dan kata-kata kasar yang dilihat dan didengarnya, maka hal buruk dan kasar lah yang akan dicontohnya.


Begitulah peran sebagai guru kelas pada guru sekolah dasar, segala peran harus mampu dikerjakan dan dikuasai, namun ketika para siswa tamat sekolah dan sukses, jarang sekali mereka mengingat dan menghargau guru sekolah dasarnya.  Tetap semangat untuk para guru sekolah dasar, yakinlah segala kebaikan yang dikerjakan pasti diperhitungkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.


-Children see, children do-

13 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page